BARRU, UJUNGJARI.COM — Kegelisahan dirasakan Bupati Barru Suardi Saleh selama berada di Jakarta saat mendengar informasi bahwa ada kebakaran hebat melanda 7 unit rumah warga di Kessie dan satu rumah lainnya di Burancie.
Apalagi dua lokasi tempat kebakaran itu berada di kecamatan Tanete Rilau dan kejadiannya hanya berselang tiga hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat berada dilokasi eks kebakaran, Suardi yang baru datang dari Jakarta, Selasa (9/2) menyampaikan permohonan maaf kepada para korban kebakaran karena dirinya baru berkesempatan berkunjung.
Rasa belangsungkawa juga diucapkan Suardi atas meninggalnya salah seorang warga dalam peristiwa kebakaran di Kessie kelurahan Lalolang kecamatan Tanete Rilau
Dalam kunjungan pertama , Suardi mendatangi para korban kebakaran di Kessie kemudian menuju Burancie di desa Tellumpanua.
Suardi prihatin dengan kejadian kebakaran didua tempat saat melakukan lawatan ke Jakarta, sehingga ketika dari Bandara langsung mengunjungi para korban kebakaran.
“Minta maaf baru datang, karena baru tiba dari Jakarta, Insya Allah, selama belum nyenyak tidur ta, saya juga tidak bisa tidur. Jadi untuk sementara saya akan bangunkan ki tempat tinggal, rumah tumbuh,” ucap Suardi Saleh dihadapan beberapa keluarga korban kebakaran.
Rumah tumbuh, merupakan istilah untuk bangunan rumah yang dibuat dengan desain yang baik namun dibangun secara bertahap sesuai kondisi penganggaran.
Idermawan, salah satu keluarga yang rumahnya sempat dilalap api, merasa terkejut dengan kehadiran orang nomor satu Barru ini. Pasalnya, dihari pertama kejadian, Pemda Barru dengan Sekda dan Ketua Tim Penggerak PKK, telah sebelumnya hadir memberikan bantuan.
“Kami merasa bersyukur mendapatkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Barru,” sebut Idermawan yang bangga atas jiwa kepemimpinan Bupati Suardi Saleh.
Selepas melihat kondisi kebakaran di Kessie, Bupati Suardi Saleh bertolak ke Burancie, yang juga terdapat peristiwa kebakaran yang menimpa satu rumah warga. (udi)

