MAKALE, UJUNGJARI.COM — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, didampingi Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Andi Sumangrukka, dan Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, serta Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, dan Danrem Toddopuli, Rabu (17/3) turun meninjau fasilitas Toraja Airport.

Mereka turun meninjau dalam rangka persiapan peresmian Bandara Toraja yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo, Kamis besok (18/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangan pers Menteri Perhubungan Budi Karya, hari ini pihaknya telah melakukan kunjungan ke bandara Tana Toraja, untuk melihat langsung persiapan peresmian bandara Toraja.

Selain bandara Toraja, Presiden Jokowi juga akan meresmikan bandara udara di Alor NTT.

Menurut Budi Karya, pembangunan Toraja Airport tidak mudah, sebab ada tiga gunung dipotong. Demikian pula dua sungai membentang diatas runway.

Menariknya, Toraja Airport sala satu bandara berdiri di atas gunung panjangnya 2000 meter. Sekarang sudah ada pergerakan tiap hari dari Makassar.

“Terima kasih Pak Bupati kolaborasi antara Pemda Provinsi dan Pemda Tana Toraja telah mensubsidi, sehingga ada gambaran konektivitas di Indonesia ini begitu penting,” ujarnya.

Menteri Budi Karya berterima kasih kepada Bupati Tana Toraja, dan Gubernur Sulawesi Selatan dan masyarakat telah mendukung pembangunan bandara Toraja ini.

“Kita harapkan pembangunan Toraja Airport sesuai dengan arahan Pak Presiden bahwa semua prasarana transportasi diarahkan untuk fungsi pariwisata,” ujar Budi Karya.

“Luar biasa pariwisata Toraja, bagus sekali, sebab menjadi daya tarik khususnya di Sulawesi Selatan. Kementrian konsisten membangun bandara di daerah terluar karena aksesibilitas untuk pulau-pulau terluar itu harus hanya bisa dicapai dengan udara dan laut,” pungkasnya.

Sementara Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri yang telah mendorong upaya pembangunan bandara Toraja. Itu idak mudah karena bandara akases pintu utama kesejahteraan masyarakat Toraja.

“Tanpa ada bandara, aksesibilitas lewat darat jarak tempuhnya 8 jam,  kita punya potensi luar biasa pariwisata. Bandara ini bukan hanya untuk warga Sulawesi Selatan melainkan untuk Indonesia. Karena itu mari kita jaga bandara ini sebab mengantar masa depan generasi kita,” pungkas Theofilus. (agus)