MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pasca aksi teror dan ledakan bom yang terjadi depan Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Makassar, Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel menurunkan ratusan personel untuk meningkatkan status kewaspadaan menjadi siaga satu.
Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob AKBP Darminto mengatakan, dalam kegiatan pengamanan, personel tidak hanya sekadar melaksanakan pengamanan di sekitar area terjadinya ledakan bom.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tetapi juga melibatkan personel melakukan patroli penyisiran ke sejumlah kawasan di Kota Makassar.
Patroli dan penyisiran wilayah itu melibatkan mobil baracuda dan kendaraan roda dua.
“Sesuai arahan Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Anis, wilayah Kota Makassar kini posisi siaga satu menghadapi aksi teror. Karena saat ini siaga satu, kami berkewajiban menjaga situasi dan kondisi wilayah. Pengamanan dilakukan di sejumlah objek vital seperti Bandara, Pelabuhan Soekarno Hatta, dan beberapa Gereja yang ada di Kota Makassar,” ujar Darminto, Minggu (28/3).
Menurut Darminto, Patroli yang dilakukan sebagai respon terhadap teror bom gereja di Kota Makassar. Personelnya disebar di tiga titik seperti Jalan Kajaolalido depan gereja, Jalan MH Tamrin dan Jalan Kartini. Tim patroli yang bakal menyisir rumah rumah ibadah dan beberapa objek vital.
Hal tersebut dilaksanakan untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat pasca ledakan bom di Kota Makassar.
Dia juga berharap, masyarakat tetap merasa aman dan terjaga keselamatannya. Masyarakat diharapkan tidak gampang terpancing pada isu-isu yang berkembang luas dan tidak benar.
Masyarakat diimbau segera memberikan info kepada pihak kepolisian jika ada penduduk pendatang yang gerak-geriknya mencurigakan.
“Kami ingin ciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang ada di wilayah Makassar. Apalagi tadi pagi dikejutkan dengan adanya ledakan bom di depan Gereja Katedral,” tutupnya. (Arf)

