BARRU, UJUNGJARI.COM — Kini keluarga pasien banyak mengeluh soal pelayanan obat di RSUD Barru. Bagaimana tidak, pihak manajemen rumah sakit kerap meminta pihak keluarga pasien untuk membeli obat di apotik luar rumah sakit.

Madi, salah seorang keluarga pasien menilai RSUD mengalami krisis obat, terbukti kita diminta beli obat diluar karena tidak ada stok obat tertentu di RSUD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekurangan stok obat diketahui Madi saat membawa keponakannya bernama Irsa (15) untuk berobat ke RSUD Barru karena alasan sakit lambung.

“Dari empat obat yang diresepkan pihak dokter, ternyata ada dua jenis obat harus dibeli diluar karena tidak tersedia di apotik rumah sakit. Kedua obat yang saya beli diapotik, Sucralfate dan Lodia,” ujar Madi sembari memperlihatkan obat yang dibeli diluar.

Saat diminta beli obat diapotik luar rumah sakit, ternyata bukan hanya dia yang mengalami hal demikian. Ada keluarga pasien lain juga bertemu di apotik dan mengaku diminta membeli obat diluar.

Namun krisis obat ini dibantah Direktur RSUD Barru, dr Andi Nikmawati yang dihubungi Jumat (28/5). Dokter Nikma menyatakan hanya obat insulin yang kosong dan saat ini dalam proses pengiriman.

“Obat insulin tidak sembarang pengirimannya karena harus memakai  cool box. Apalagi obat demikian rentan rusak dan  insulin tidak bisa disimpan dengan kondisi suhu seperti di kamar pasien,” kata dokter Nikmawati. (Udi)