BARRU, UJUNGJARI.COM — Penggunaan bahan kosmetik dan makanan membutuhkan pengetahuan memadai yang perlu dimiliki warga.
Hal ini kemudian mendorong Anggota Komisi IX DPR RI, drg. Hj Hasnah Syam, MARS untuk melakukan sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada warga desa Cilellang kecamatan Mallusetasi di pulau wisata Pulau Dutungan, Minggu (29/5).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk meyakinkan warga dalam mengenal dan mengetahui tentang obat (kosmetik) dan makanan yang legal dipakai dan layak dikonsumsi masyarakat.
Maka Bu dokter begitu biasa Hasnah Syam disapa dalam sosialisasi ini menggandeng pihak Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar.
Dihadapan warga desa Cilellang Bu dokter mengajak masyarakat agar hati-hati menggunakan obat dan makanan. Pilih obat dan kosmetik serta makanan yang sudah direkomendasi pihak BPOM.
“Jika kita salah dan tidak hati-hati dalam memilih dan memakai serta mengkonsumsi obat, kosmetik serta makanan, maka tubuh kita berpotensi menerima racun yang bisa mengancam keselematan jiwa,” ujar Hasnah.
Politisi Partai Nasdem ini berterima kasih kepada pihak BPOM Makassar, kepala desa Cilellang H Rudi Hartono bersama warganya yang bersedia hadir dalam sosialisasi ini, meski harus menyeberang pulau ke kawasan pulau Dutungan.
Bupati Barru Suardi Saleh yang diwakili Kepala Inspektorat Abdul Rahim atas nama Pemkab Barru menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Anggota DPR RI dari Komisi IX yang sangat intens mengedukasi warga dalam bidang kesehatan.
Apresiasi serupa juga dilontarkan mantan Kabag Umum Pemkab Barru ini kepada Kades Cilellang yang bisa menghadirkan ratusan warganya mengikuti sosialisasi yang sangat penting ini karena berhubungan dengan masalah kesehatan.
“Pemkab berharap dengan sosialisasi ini, masyarakat dapat menerima pengetahuan baru tentang obat(kosmetik) dan makanan yang sehat dan layak dipakai serta dikonsumsi,” ucap Rahim.
Sementara itu Kepala BPOM Makassar, Hardaningsih mengajak warga agar dalam memakai kosmetik dan makanan yang resmi, bukan yang ilegal.
“Apalagi saat ini sangat banyak beredar kosmetik ilegal yang gencar melakukan promosi melalui iklan. Kondisi ini membutuhkan edukasi diberikan kepada warga supaya tidak gampang tergoda dengan promosi dan iklan kosmetik yang belum tentu sehat dan terjamin kualitasnya,” beber Hardaningsih. (Udi)

