MAKASSAR, UJUNGJARI–Aktivis Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Pemberantasan Korupsi (DPN-GNPK) melakukan telaah mendalam terkait pekerjaan proyek
jalan beton dan Hotmix di Bontokassi, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami punya alasan tersendiri untuk menelaah pekerjaan proyek jalan beton Bontokassi di kantor GNPK Pusat di Grand Slipi Tower. Belum bisa kami beberkan alasan kami menseriusi adanya dugaan penyimpangan pekerjaan dua paket proyek itu,” tegas Wakil Ketua Umum DPN GNPK Pusat, Ramzah Thabraman, Kamis (30/06/2022).
Ramzah yang dikonfirmasi mengaku baru akan bertolak ke Makassar, pekan depan.
“Teman teman GNPK baru akan melakukan rapat pleno terkait dua paket proyek itu,” tegas Ramzah.
Menurut Ramzah proyek peningkatan jalan beton Salekowa Parangbambe (lanjutan), peningkatan jalan beton Bontokassi (Pasar Bontokassi), dengan anggaran Rp2.2 miliar tahun 2021, serta paket peningkatan jalan Hotmix SMP 3 Bontosunggu, peningkatan jalan Hotmix Parangbambe, senilai Rp2,2 miliar, menjadi atensi tersendiri bagi GNPK Pusat.
“Bukan persoalan nilai proyeknya yang kecil. Ada faktor lain yang menjadikan hal itu menjadi urgen. Jika hasil kesepakatan teman teman GNPK untuk melapor ke APH, maka akan segera di akukan. Pelaporan pun akan kami layangkan di Jakarta,” tukasnya.
Diketahui, proyek jalan beton serta hot mix di Bontokassi menjadi perhatian menyusul merebaknya kabar adanya temuan dari Inspektorat Takalar senilai ratusan juta dari hasil pemeriksaan rutin proyek tersebut.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Takalar, H Yahe yang dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, pihak rekanan telah mengembalikan temuan melalui Dinas Pekerjaan Umum Takalar. Soal nominal temuan yang dikembalikan, H Yahe tidak bersedia merinci.
“Rekanan itu telah mengembalikan ke dinas terkait, tetapi secara nominal, pengembaliannya saya tidak tahu, selain rekanannya telah mengembalikan temuan, proyek tersebut juga sudah diperiksa oleh BPKP,” tandas H Yahe. (*)

