GOWA, UJUNGJARI.COM — Sebuah buku berjudul ‘Seorang Lelaki yang Berkisah’ karya Ilyas Ibrahim dibedah bersama sejumlah penggiat literasi dan penulis pemula, penulis senior dan duta baca Sulsel dan lainnya.
Bedah buku yang berlangsung di gedung Perpustakaan Daerah Gowa di Jl Mesjid Raya, Sungguminasa, pada Rabu (28/5) pagi ini dipandu moderator Muh Galang Pratama, seorang penggiat literasi di Gowa dan menghadirkan dua narasumber yakni Ilyas Ibrahim (penulis buku Seorang Lelaki yang Berkisah) dan Rusdin Tompo (penulis dan penggiat literasi dan juga seorang editor).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Ilyas Ibrahim selaku penulis, bukunya tersebut berisi sekumpulan cerita pendek yang ditulisnya sepanjang tahun 2016 hingga 2020. Tahun 2020 di bulan Desember, buah tulisannya ini diterbitkan oleh penerbit Jariah Publishing Intermedia yang berkedudukan di Kabupaten Gowa.
“Tulisan saya ini bukanlah tulisan yang paripurna, namun satu pengharapan dari saya agar kumpulan cerita pendek ini memberikan manfaat kepada pembaca setidaknya sebagai bacaan dalam mengisi waktu senggang, ” urai Ilyas Ibrahim alias Adil Akbar.
Alumni Pendidikan Sejarah UNM Makassar yang lahir di Sungguminasa, Gowa pada 1993 ini, aktif di beberapa komunitas literasi di Makassar. Buku Seorang Lelaki yang Berkisah ini terbit dalam 234 halaman dari naskahnya bersumber dari empat bagian yakni hikayat, kisah hujan dalam secangkir kopi, tetralogi yang aneh dan kisah yang klise.
Bagi Rusdin Tompo seorang penulis di Makassar ini, buku karya Ilyas Ibrahim tersebut ditemukannya pada tahun 2021.

“Saya bukan sastrawan, saya hanya penulis biasa saja dan buku ini sepertinya berjodoh dengan saya karena tetiba saya langsung mau melihat isinya. Saya membaca sebagian besar dan saya menemukan esensinya meski saya bukan orang yang kuat menghafal. Segmen dari ruang lingkup dan sasarannya lebih luas. Visinya juga luas terkait dengan pembelajaran sejarah. Menurut kacamata saya, penulisnya ini betul-betul menjalankan profesinya dan ada kreatifitasnya. Dimana seorang penulis menulis semisal mengulas sejarah dan dia ada aspek kreatifitas didalamnya, ” kata Rusdin Tompo.
Buku ini pun ramai penanggap dari para peserta yang hadir. Namun para penanggap bukan menyoal hasil dari tulisan yang ditampilkan tapi mereka lebih ke bagaimana penulis menjalani proses pembuatan tulisan cerpen tersebut.
Apalagi penanggap dari kalangan penulis pemula. Mereka justru terinspirasi untuk membuat tulisan dengan segala daya dan upaya termasuk finansial mereka.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa Mustamin Raga didampingi pelaksana teknis kegiatan bedah buku Aswar Said dan Irfan Latief mengatakan, kegiatan ini sebagai bagian dari pelaksanaan Festival Literasi 2025 yang digelar Dinas Perpusarsip Kabupaten Gowa.
Mustamin juga berharap bedah buku ini betul-betul menyentuh esensi dari bedah buku itu sendiri.
“Tujuan bedah buku itu harus betul-betul mengena sehingga penulis bisa mendapatkan kritikan yang mungkin bisa dijadikan bahan perbaikan bagi buah karyanya dan selain itu penulis juga merasa bukunya dibaca karena dibuka perhalaman dan dikritisi. Dan terimakasih kepada seluruh peserta yang hadir dalam bedah buku ini dan akan masih banyak lagi bedah buku kami agendakan berikutnya, semoga manfaat, ” kata Mustamin. –

