MAKASSAR,UJUNGJARI.COM — Suasana haru dan bahagia membungkus hangat Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat (4/7/2025). Tawa riang dan senyum tulus anak-anak yatim serta penyandang disabilitas memancarkan semangat di tengah pelaksanaan Lebaran Yatim dan Difabel, bagian dari rangkaian kegiatan Peaceful Muharram 2025.
Dengan mengusung tema “Berbagi Bahagia, Merajut Harapan” dan tagline yang menyentuh “Kebaikan Gak Pernah Salah Alamat”, kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial. Ia adalah bukti nyata betapa kepedulian dan solidaritas sosial mampu menyalakan lentera harapan bagi mereka yang membutuhkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan kolaboratif ini mempertemukan kekuatan kebaikan dari Kementerian Agama, BAZNAS, dan 17 Lembaga Amil Zakat (LAZ) dari tingkat nasional hingga provinsi. Bersama, mereka berhasil menyalurkan 12.510 paket kebahagiaan berisi perlengkapan sekolah, sembako, santunan uang tunai, dan bantuan lainnya. Di Sulawesi Selatan, sebanyak 100 paket diserahkan secara simbolik, disertai senyum penuh makna dari para penerima.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menyampaikan pesan mendalam yang menggetarkan hati. Ia mengutip Surah Al-Ma’un sebagai cermin kepedulian sosial dalam ajaran Islam:
“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.”
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menyalurkan materi, tetapi juga menenun kasih sayang, menanam benih harapan, dan menghadirkan senyum di wajah saudara-saudara kita. Ini adalah tugas kemanusiaan sekaligus amanah keagamaan yang tidak boleh lekang oleh waktu,” ujar H. Ali Yafid, penuh ketulusan.
Kegiatan Lebaran Yatim dan Difabel ini serentak digelar di berbagai penjuru Indonesia, bertepatan dengan 10 Muharram—hari yang secara spiritual dikenal sebagai “Lebaran Yatim”, momen istimewa yang mengajarkan makna berbagi dan menyentuh jiwa.
Acara di Makassar juga terhubung langsung secara daring dengan Kementerian Agama RI, mempertemukan ribuan hati dalam semangat yang sama. Momen semakin bermakna dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Agama dan Bank Indonesia, serta peluncuran program Jejak Kebaikan Zakat dan Wakaf—ikhtiar kolektif untuk mewujudkan sistem perlindungan sosial yang lebih inklusif, berkeadilan, dan adaptif, selaras dengan visi RPJMN 2025–2029.
Keceriaan tergambar jelas di wajah para anak yatim dan penyandang disabilitas yang menerima bingkisan. Di balik tawa mereka, tersimpan ketangguhan dan semangat untuk terus melangkah meraih cita-cita. Banyak dari mereka yang dengan mata berbinar menyampaikan rasa syukur dan optimisme mereka kepada para relawan dan donatur.
Lebaran Yatim dan Difabel ini diharapkan tak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan titik tolak bagi lahirnya solidaritas yang berkelanjutan. Sebuah pengingat bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya.
“Semoga semangat berbagi dan peduli ini terus tumbuh dan mengakar kuat dalam jiwa kita semua,” tutup H. Ali Yafid. “Agar keadilan sosial bukan sekadar utopia, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.” katanya. (diah)

