GOWA, UJUNGJARI.COM — Bimbingan teknik (bimtek) tentang Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal 2025 sudah masuk tahap finalisasi naskah sejak 20 September 2025. Dan hingga pertengahan Oktober ini masih dalam proses editing.

Rencananya penerbitan dan pencetakan buku essai ini akan dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusarsip) Kabupaten Gowa pada 22 Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bimtek kepenulisan yang mengusung tema ‘Menulis dari Akar Budaya, Menggali Kearifan Lokal Gowa Lewat Kata’ dengan subtema yakni meliputi tulisan tentang sejarah Gowa, Kesenian Gowa, tradisi dan budaya Gowa, kuliner Gowa, tempat wisata Gowa dan legenda suatu tempat. Semua ini ditulis oleh masing-masing peserta bimtek kepenulisan.

“Saat buku ini nanti masuk menjadi salah satu katalog di Perpustakaan Nasional sebagai Antologi tentu ini akan menjadi satu kebanggaan tersendiri dimana semua peserta memiliki satu karya didalam Antologi tersebit,” kata Kadis Perpusarsip Gowa Suhriati.

Sementara Kabid Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Perpustakaan Disperpusarsip Gowa Aswar Said selaku panitia pelaksana bimtek saat dikonfirmasi pada Selasa (14/10) mengatakan, saat ini seluruh naskah masuk dari peserta bimtek tengah dikumpulkan dan dalam tahap proses editing.

“Semua naskah dari peserta sudah masuk dan sekarang dalam proses editing. Masih mau diedit dulu. Jadi prosesnya digodok oleh tim editor Disperpusarsip. Awalnya kita rencanakan seluruh naskah yang sudah masuk dan sudah dicetak, akan kita serahkan ke Perpusnas. Tapi karena saat ini masih proses editing maka kita belum pastikan bulan ini rampung. Jadi semuanya tergantung hasil editingnya, kalau sudah selesai, baru dicetak kemudian kita serahkan ke Perpusnas. Jadi buku ini dalam bentuk essai, ” jelas Aswar didampingi anggota panitia pelaksana Irfan Latief.

Intinya kata Aswar, para peserta yang telah mengikuti bimtek tersebut, dan sudah melakukan tugas membuat karya tulis sesuai tema yang diaturkan panitia tentunya bisa menambah pengetahuan bagi masyarakat dalam menulis sebuah karya terlebih bagaimana aturan membuat tulisan dan lainnya.

Aswar menjelaskan, bimtek kepenulisan ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas penulis pemula di Kabupaten Gowa, menumbuhkan penulis kreatif yang dapat melestarikan kearifan lokal melalui karya tulis, mengembangkan konten literasi berbasis budaya lokal untuk memperkaya koleksi perpustakaan dan membangun ekosistem kepenulisan yang berkelanjutan di Gowa.

Bimtek ini diselenggarakan Disperpusarsip Kabupaten Gowa sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam meningkatkan animo masyarakat untuk gemar membaca.

Ditambahkan Irfan Latief, dalam kegiatan bimtek Kepenulisan ini tercatat sebanyak 60 orang peserta dari berbagai kalangan yang ikut.

“Iya dalam bimtek tersebut sebanyak 60 peserta ikut dan kemudian mereka semua sudah menyetorkan naskahnya masing-masing. Jadi bentuk buku ini nanti adalah Essai. Jadi nanti kita cetak dan akan jadi antologi. Buku ini akan kita serahkan kepada Perpustakaan Nasional dan itu akan menjadi satu katalog tentang budaya lokal suku Makassar atau Sulsel yang tersimpan di Perpusnas. Dan nantinya setelah buku dicetak. Semua peserta ini akan kami beri masing-masing satu examplar, ” kata Irfan. –