MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Rencana pembukaan jalan alternatif dari Middle Ring Road Perintis–Lemena kembali memunculkan tanda tanya besar di kalangan warga.
Pasalnya, hingga kini belum ada penjelasan terbuka dari Pemerintah Kota Makassar maupun pihak pengembang Bukit Baruga terkait arah, peruntukan, dan manfaat jalan tersebut bagi publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga mendesak Pemkot Makassar dan pihak Bukit Baruga segera membuka sitplan atau peta rencana jalan alternatif itu secara transparan.
Mereka ingin tahu, apakah jalan tersebut benar-benar untuk kepentingan umum, atau justru hanya menguntungkan kawasan perumahan elit Bukit Baruga dan grup pengembangnya.
“Jangan sampai setelah jalan itu jadi, justru hanya bisa diakses penghuni Baruga. Kalau begitu, itu bukan jalan alternatif publik, tapi jalan privat yang dibangun pakai alasan kepentingan umum,” ujar salah satu warga Lemena, Rudi, Rabu (5/11/2025).
Dari informasi yang beredar, trase jalan alternatif tersebut akan melewati belakang kompleks IDI dan menelusuri pinggir Sungai Tello.
Jalur itu disebut-sebut cukup dekat dengan kawasan Bukit Baruga, yang membuat publik curiga proyek ini lebih menguntungkan pengembang.
Apalagi, harga rumah di kawasan Bukit Baruga disebut-sebut berpotensi naik hingga sepuluh kali lipat jika akses jalan baru itu terealisasi.
Indikator yang menguntungkan Baruga, kata warga, terlihat dari pihak pengembang yang disebut ikut membiayai pembebasan lahan.
Pemkot Makassar berdalih, proyek ini bertujuan mengurai kemacetan di Poros Perintis dan Antang. Namun warga menilai dalih itu tak cukup, sebab belum ada sosialisasi resmi, studi amdal lalu lintas, maupun keterlibatan masyarakat sekitar.
Yang juga menjadi sorotan adalah apakah ada nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Makassar dengan pihak Bukit Baruga dalam rencana pembangunan jalan ini. Tanpa kejelasan itu, publik khawatir proyek ini hanya akan menjadi proyek “pesanan” yang dibungkus dengan alasan kepentingan umum.
“Kalau benar jalan ini untuk kepentingan warga, buka dokumennya. Jelaskan rutenya, siapa yang membiayai, dan siapa yang paling diuntungkan,” tegas salah satu aktivis warga, Andi Rahman.
Transparansi menjadi kata kunci. Sebab di tengah kepadatan lalu lintas dan ketimpangan pembangunan kota, publik berhak tahu, Jalan alternatif Middle Ring Road Perintis–Lemena ini sebenarnya untuk siapa? (drw)

