MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kondisi Terminal Regional Daya (TRD) yang terletak di Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, kian memprihatinkan. Terminal terbesar di Sulawesi Selatan ini terlihat kumuh, jorok, dan terkesan tak terawat.
Pantauan di lokasi menunjukkan, dari tampak depan terminal, kesan semrawut langsung terlihat. Sampah berserakan, bangunan kusam, serta penataan kios petak-petak yang berderet tanpa konsep membuat wajah terminal jauh dari kata layak. Kondisi ini semakin memperburuk citra terminal yang seharusnya menjadi gerbang transportasi darat di Kota Makassar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada malam hari, situasi semakin memprihatinkan. Minimnya penerangan membuat area terminal tampak gelap dan rawan. Lampu-lampu yang seharusnya menerangi kawasan terminal banyak yang tidak berfungsi, menimbulkan rasa tidak aman bagi penumpang maupun pengemudi angkutan umum.
Tak hanya itu, sejumlah akses jalan utama menuju area terminal juga dilaporkan mengalami kerusakan. Lubang dan permukaan jalan yang rusak memperparah kenyamanan pengguna jasa terminal serta berpotensi membahayakan keselamatan.
Ironisnya,
Terminal Regional Daya selama ini kerap menjadi salah satu titik penilaian Adipura. Namun kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya, jauh dari standar kebersihan, kerapian, dan kenyamanan yang menjadi indikator penilaian penghargaan lingkungan tersebut.
Sejumlah pihak menilai pengelola Terminal Regional Daya terkesan cuek dan kurang menunjukkan keseriusan dalam melakukan pembenahan. Minimnya perawatan rutin serta lemahnya pengawasan membuat terminal ini seolah dibiarkan tanpa arah dan perhatian.
Masyarakat pun berharap Pemerintah Kota Makassar maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Terminal Regional Daya.
Pembenahan infrastruktur, peningkatan kebersihan, penataan kios, serta perbaikan penerangan dinilai mendesak agar terminal kembali berfungsi optimal dan layak sebagai fasilitas publik.
Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi Terminal Regional Daya bukan hanya mencoreng wajah Kota Makassar, tetapi juga berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan transportasi publik.
Pemerhati tata kota dan pelayanan publik Makassar, Irwan Ramli, menilai kondisi Terminal Regional Daya mencerminkan lemahnya manajemen pengelolaan fasilitas publik. “Terminal Daya ini bukan terminal kecil, ini terminal regional dan wajah Kota Makassar. Kalau kondisinya kumuh, gelap, dan jalan masuk rusak, itu menandakan pengelola tidak bekerja maksimal,” tegas Irwan, Rabu (23/12).
Ia juga mengkritisi minimnya penerangan dan penataan kios yang semrawut. Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya soal estetika, tetapi menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Terminal yang gelap rawan tindak kriminal. Penataan kios yang tidak beraturan juga menunjukkan tidak adanya perencanaan yang jelas. Ini berbahaya bagi penumpang dan merugikan pedagang,” ujarnya.
Irwan menambahkan, sangat ironis jika Terminal Regional Daya terus dijadikan titik penilaian Adipura, sementara kebersihan dan pengelolaannya justru jauh dari standar. “Kalau mau jujur, Terminal Daya ini belum layak jadi representasi penilaian Adipura. Pemerintah kota harus segera mengevaluasi pengelola terminal, jangan dibiarkan seolah tidak ada masalah,” katanya.
Ia pun mendesak Pemerintah Kota Makassar dan instansi terkait agar segera melakukan audit pengelolaan, mulai dari kebersihan, penerangan, hingga perbaikan akses jalan.
“Kalau tidak ada langkah tegas, terminal ini akan terus menjadi beban kota, bukan aset pelayanan publik,” tutupnya. (drw)

