SAMARINDA, UJUNGJARI.COM — Kekalahan PSM Makassar dari Borneo FC dengan skor 1–2 di Stadion Segiri menuai kritik tajam terhadap performa para pemain Juku Eja.
Meski sempat unggul cepat lewat gol Alex Tanque pada menit ke-2, PSM gagal menjaga konsistensi permainan hingga akhir laga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
PSM dinilai bermain tanpa fokus setelah unggul lebih dulu. Lini tengah kerap kehilangan bola, sementara koordinasi antar lini terlihat rapuh, terutama pada babak kedua. Situasi ini dimanfaatkan Borneo FC yang tampil lebih agresif dan disiplin.
Dua gol balasan Borneo FC yang dicetak Joel Vinicius menjadi bukti lemahnya pengawalan pemain PSM di area kotak penalti.
Pada gol pertama, pemain belakang PSM gagal mengantisipasi pergerakan Vinicius, sementara pada gol kedua, lini pertahanan tampak terlambat menutup ruang saat duel udara.
Selain itu, para pemain PSM juga dikritik karena terlalu mudah kehilangan tempo permainan. Serangan balik kerap terputus akibat kesalahan umpan sederhana, sementara transisi bertahan berjalan lambat ketika Borneo FC meningkatkan intensitas serangan.
Kekalahan ini memperlihatkan persoalan klasik PSM musim ini, ketidakmampuan mempertahankan keunggulan dan lemahnya konsentrasi di menit-menit krusial.
Jika masalah ini tidak segera dibenahi, PSM terancam terus kehilangan poin penting, khususnya dalam laga tandang.
Hasil negatif di Samarinda menjadi alarm bagi seluruh pemain PSM untuk segera berbenah, terutama dalam menjaga fokus, disiplin bertahan, dan efektivitas permainan hingga peluit akhir. (**)

