MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Musyawarah Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Musprov PBSI) Sulsel telah usai dilaksanakan pada Minggu (8/2) siang di Hotel Almadera Makassar.

Hasilnya Ketua Umum PBSI Sulsel terpilih adalah Prof Warsinggih yang merupakan mantan atlet PON era tahun 1980-an. Kini Prof Warsinggih resmi pimpin PBSI Sulsel periode 2026-2030 usai terpilih aklamasi dalam Musprov PBSI Sulsel tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketum PBSI Pusat diwakili Kepala Koordinator PBSI Wilayah Sudarto Adinagoro yang hadir dalam Musprov tersebut, sangat mengapresiasi dedikasi pengurus PBSI Sulsel dalam mencetak atlet berprestasi. Ia pun menilai dukungan sponsor menjadi salah satu faktor penting dalam kemajuan organisasi.

Sudarto mengatakan, saat ini terdapat sekitar 1.500 atlet bulutangkis di Sulsel yang berasal dari 24 kabupaten kota.

Dengan potensi tersebut, Sudarto pun mendorong kepengurusan baru dibawah kendali Prof Warsinggih untuk meningkatkan jumlah atlet bulutangkis. Minimal 100 orang atlet di setiap daerah.

Hal ini menjadi harapannya guna memperkuat regenerasi dan potensi prestasi cabang olahraga bulutangkis ke depannya.

“Musprov ini sangat penting untuk menjaga kesinambungan organisasi serta menjawab dinamika prestasi bulutangkis yang terus berkembang. Kami dari PBSI Pusat mengucapkan terima kasih atas dedikasi pengurus periode sebelumnya dan berharap ketua terpilih mampu membawa prestasi lebih baik ke depan,” tandas Sudarto.

Target 100 atlet per daerah itupun menjadi tantangan bagi Prof Warsinggih. Menurut Prof Warsinggih, dirinya tak akan muluk-muluk saat amanah diletakkan di pundaknya.

Menurut Prof Warsinggih, apa yang telah diraih oleh pengurus sebelumnya khususnya pada periode Devo Khaddafi yang sudah baik sebagai pondasi yang kuat akan dilanjutkannya agar lebih baik lagi.

Prof Warsinggih Ketua PBSI Sulsel terpilih menyampaikan visi dan misinya mengembangkan bulutangkis di Sulsel. (foto/ist)

Atlet legend bulutangkis inipun bahkan sudah mengawali bakal sejumlah programnya ke depan dengan bersama Rektor Unhas merencanakan membangun sport centre di kampus Unhas Tamalanrea berskala nasional.

Dia pun berharap rencana awal ini akan terlaksana tentunya dengan dukungan kolaborasi seluruh pihak khususnya KONI juga seluruh klub-klub yang ada termasuk seluruh sponsor yang selama ini menjadi back up utama dalam pembinaan atlet dan pengembangan cabor bulutangkis.

Prof Warsinggih mengatakan tantangan ke depan makin berat. Prestasi tidak datang secara instan tapi harus melalui perencanaan dan pembinaan matang.

Menurutnya, dirinya punya visi membawa Pengprov PBSI yang profesional, transparan dan mandiri yang unggul dalam pembinaan usia dini untuk mencetak atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Untuk mencapai visi tersebut, saya mengusung misi yang disingkat Pro-Bisa (Profesional, Bersih, Inovatif, Satukan, Aktif). Misi saya adalah penguatan tata kelola organisasi dan pembinaan usia dini berjenjang, peningkatan kualitas SDM, optimalisasi sarana prasarana serta kemitraan dan sponsor. Tapi visi dan misi ini tak akan berjalan tanpa dukungan semua pihak. Bulutangkis Provinsi Sulsel Bangkit bukan hanya slogan tapi komitmen bersama. Karena itu saya mengajak seluruh elemen untuk bersatu, membuang ego sektoral dan fokus pada satu tujuan yakni mencetak juara, ” papar Prof Warsinggih. –