GOWA, UJUNGJARI.COM — Jika di Kota Makassar para buruh melakukan gerak jalan berkolaborasi Pemkot Makassar di Hari Buruh Internasional (May Day), maka di Gowa buruh malah melakukan aksi sosial pada Jum’at (1/5) pagi.

Di Hari Buruh Sedunia yang dijadikan momen libur nasional ini, sekira 300-an buruh di Gowa yang tergabung dalam KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) dan organisasi buruh lainnya memang turun ke jalanan memperingati Hari Buruh. Namun caranya beda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para buruh di Gowa berkolaborasi dengan Kepolisian malah melakukan aksi sosial yakni membagikan sembako, menggelar pemeriksaan kesehatan gratis hingga berbagi seuntai bunga kepada para pengguna jalan.

Aksi para buruh ini menuai kata simpati para pengguna kendaraan. Mereka mengakui, tertibnya para buruh di jalan melambangkan sikap sebagai masyarakat yang suka kedamaian dengan memilih melakukan hal positif.

Dipimpin langsumg Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, para buruh sigap membagikan bunga kepada para pengguna jalan serta membagikan sembako kepada 200 keluarga buruh yang membutuhkan sekaligus menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dengan melibatkan tim medis Dokkes Polres Gowa.

Para buruh turun ke jalan tapi tidak membuat kemacetan. Aksi buruh ini dilakukan di beberapa titik seperti di depan Museum Istana Balla Lompoa dan ruas jalan di Jl KH Wahid Hasyim, Kecamatan Somba Opu.

Koordinator buruh, Taufik, mengatakan peringatan tahun ini sengaja dikemas secara humanis tanpa menghilangkan semangat perjuangan.

“May Day adalah hari bersejarah bagi buruh. Kami merayakannya dengan penuh kegembiraan namun tetap membawa semangat perjuangan, ” kata Taufik.

Dikatakan Taufik, dia dan rekab buruh lainnya tetap menyuarakan tuntutan seperti pengesahan undang-undang ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah. Penyampaian tuntutan ini dilakukan elegan yakni sambil berbagi bunga.

Mengapa harus berbagi bunga, menurut Taufik, bunga menjadi simbol solidaritas sekaligus pesan damai dalam memperingati May Day.

Pelayanan kesehatan gratis juga dibuka luas, buruh dan masyarakat umum pun menikmati fasilitas tersebut. Pemeriksaan kesehatan gratis ini mencakup layanan dasar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan pekerja.

Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman pun mengapresiasi tinggi pelaksanaan May Day yang berlangsung damai dan sarat kepedulian sosial.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini bentuk sinergi antara serikat buruh dan kepolisian dalam menghadirkan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata AKBP Muhammad Aldy.

Kapolres pun berharap peringatan May Day dapat memperkuat kolaborasi antara buruh, pemerintah dan pengusaha dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis.

“Kami mengajak semua pihak untuk terus menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Dan peringatan May Day di Gowa tahun ini pun menjadi contoh bahwa perjuangan buruh dapat disampaikan melalui aksi damai yang menyentuh langsung masyarakat tanpa meninggalkan substansi tuntutan kesejahteraan pekerja, ” papar Kapolres Gowa. –

GOWA, UJUNGJARI.COM — Jika di Kota Makassar para buruh melakukan gerak jalan berkolaborasi Pemkot Makassar di Hari Buruh Internasional (May Day), maka di Gowa buruh malah melakukan aksi sosial pada Jum’at (1/5) pagi.

Di Hari Buruh Sedunia yang dijadikan momen libur nasional ini, sekira 300-an buruh di Gowa yang tergabung dalam KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) dan organisasi buruh lainnya memang turun ke jalanan memperingati Hari Buruh. Namun caranya beda.

Para buruh di Gowa berkolaborasi dengan Kepolisian malah melakukan aksi sosial yakni membagikan sembako, menggelar pemeriksaan kesehatan gratis hingga berbagi seuntai bunga kepada para pengguna jalan.

Aksi para buruh ini menuai kata simpati para pengguna kendaraan. Mereka mengakui, tertibnya para buruh di jalan melambangkan sikap sebagai masyarakat yang suka kedamaian dengan memilih melakukan hal positif.

Dipimpin langsumg Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, para buruh sigap membagikan bunga kepada para pengguna jalan serta membagikan sembako kepada 200 keluarga buruh yang membutuhkan sekaligus menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dengan melibatkan tim medis Dokkes Polres Gowa.

Para buruh turun ke jalan tapi tidak membuat kemacetan. Aksi buruh ini dilakukan di beberapa titik seperti di depan Museum Istana Balla Lompoa dan ruas jalan di Jl KH Wahid Hasyim, Kecamatan Somba Opu.

Koordinator buruh, Taufik, mengatakan peringatan tahun ini sengaja dikemas secara humanis tanpa menghilangkan semangat perjuangan.

“May Day adalah hari bersejarah bagi buruh. Kami merayakannya dengan penuh kegembiraan namun tetap membawa semangat perjuangan, ” kata Taufik.

Dikatakan Taufik, dia dan rekab buruh lainnya tetap menyuarakan tuntutan seperti pengesahan undang-undang ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah. Penyampaian tuntutan ini dilakukan elegan yakni sambil berbagi bunga.

Mengapa harus berbagi bunga, menurut Taufik, bunga menjadi simbol solidaritas sekaligus pesan damai dalam memperingati May Day.

Pelayanan kesehatan gratis juga dibuka luas, buruh dan masyarakat umum pun menikmati fasilitas tersebut. Pemeriksaan kesehatan gratis ini mencakup layanan dasar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan pekerja.

Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman pun mengapresiasi tinggi pelaksanaan May Day yang berlangsung damai dan sarat kepedulian sosial.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini bentuk sinergi antara serikat buruh dan kepolisian dalam menghadirkan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata AKBP Muhammad Aldy.

Kapolres pun berharap peringatan May Day dapat memperkuat kolaborasi antara buruh, pemerintah dan pengusaha dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis.

“Kami mengajak semua pihak untuk terus menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Dan peringatan May Day di Gowa tahun ini pun menjadi contoh bahwa perjuangan buruh dapat disampaikan melalui aksi damai yang menyentuh langsung masyarakat tanpa meninggalkan substansi tuntutan kesejahteraan pekerja, ” papar Kapolres Gowa. –