GOWA, UJUNGJARI.COM — Setelah sekian lama namanya diviralkan di medsos dan lainnya, Bupati Gowa Husniah Talenrang akhirnya bersuara.
Di hadapan sejumlah media pada Rabu (24/6) sore di ruang kerjanya di kantor Pemkab Gowa, Bupati Gowa Husniah Talenrang mengatakan sangat menghargai apa yang dilakukan DPRD Gowa jika dilakukan dengan cara baik dan benar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Husniah, DPRD telah terlalu jauh memasuki ranah privasinya. Bahkan kata Bupati Gowa, apa yang dilakukan DPRD Gowa telah melanggar aturan.
“Segala bentuk kebijakan yang dibahas di pansus adalah tugas dari anggota DPRD untuk melaksanakan hak dan kewajibannya.
Namun secara non kebijakan, saya rasa itu sudah melanggar aturan dan tentunya saya merasa terusik dengan apa yang dilakukan DPRD yang terlalu jauh masuk ke ranah pribadi karena itu sifatnya non kebijakan, ” tandas Husniah kepada media di ruang kerjanya pada Rabu (24/6) siang.
Husniah menyampaikan tanggapannya dengan menghadirkan tim kuasa hukumnya serta beberapa media.
“Menurut saya, mari benar-benar memahami tugas kewajiban masing-masing karena setiap manusia mempunyai privasi yang sebenarnya siapa pun orangnya, orang itu berhak untuk tidak diganggu hak pribadinya, ” tegas Husniah.
Terkait ranah pribadi yang disinggung DPRD melalui Pansus Hak Angket, Husniah menegaskan sangat keliru dan tidak benar.
“Saya katakan itu tidak benar. Kalau memang ada hal-hal yang mungkin ada bukti silahkan bawa ke saya. Buktikan yang memang dikatakan salah satu saksi itu ada. Saya rasa kalau menurut undang-undang seorang jurnalis itu tidak boleh menjadi saksi dalam sidang pansus atau hak angket. Itu melanggar kode etik jurnalistik. Sudah pasti itu ada dalam UU Nomor 40 tahun 1999. Tentunya aturan itu kita harus tegakkan, ” tandas Bupati Gowa.
Terkait masalah yang menderanya ini, Bupati Husniah menyatakan siap diperiksa atau dilakukan verifikasi terhadap seluruh klaim yang dinyatakan oleh para saksi pada sidang pansus itu.
“Tentu saya selaku kepala daerah yang diviralkan atau sementara dibicarakan, siap melakukan klarifikasi kepada publik atau pun kepada anggota dewan jika itu diperlukan. Tentu saya akan memberikan kesaksian dan saya akan berikan fakta-fakta karena saya adalah orang tua tunggal dari anak saya, ” tandas Bupati Gowa Husniah Talenrang.
Ditanya soal apa motif para saksi sehingga bisa memberikan keterangan yang bertentangan dengan pernyataannya sendiri, Husniah mengatakan dirinya tidak tahu.
“Saya tidak tahu karena saya lihat di DPRD ini semuanya sudah sangat pintar untuk berbicara di luar dari konteksnya. Mereka terlalu jauh masuk ke ranah pribadi tapi kita lihat saja nanti melalui pembuktian yang katanya si enal itu ada buktinya,” tandas Husniah.
Menurut perempuan yang suka melakukan trip dengan bersepeda motor ini, selama dirinya diviralkan dengan berbagai macam tudingan yang dinilainya fitnah, dirinya lebih memilih fokus pada tugas-tugasnya.
“Saya sebagai kepala daerah berupaya agar pemerintahan ini berjalan seperti semestinya dan masyarakat melaksanakan tugasnya masing-masing. Bagi mereka petani silahkan ke sawah dan bagi ASN silahkan ke kantor yang jelas tugas dan tanggung jawab saya membuat Gowa ini tidak menjadi gaduh yang disebabkan oleh orang orang yang tidak berkepentingan. Apalagi bagi saya, kegaduhan ini dimunculkan karena isu isu yang sengaja dilempar ke luar. Sekarang saya didampingi kuasa hukum. Silahkan anda (para saksi) bersaksi yang jelas prinsipnya junjung tinggi kebenaran sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di Kabupaten Gowa, ” ungkap Husniah Talenrang.
Husniah pun mengaku akan terus saja bekerja. Turun ke masyarakat melaksanakan tugas pokok, fokus tanpa terbebani oleh hak angket ataupun isu-isu yang dilempar ke luar ke masyarakat yang menjadi konsumsi publik.
“Saya tetap menjaga Gowa sebagai kepala daerah sehingga pemerintahan ini berjalan sebagaimana mestinya. Dan pastinya, saya sudah didampingi tim hukum saya untuk menindaklanjuti hal-hal yang sifatnya harus diselesaikan secara hukum, ” tandas Husniah Talenrang. –

