GOWA, UJUNGJARI.COM — Duka menyelimuti segenap insan medis di Kabupaten Gowa. Seorang perawat senior yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas di wilayah Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah empat hari dirawat intensif dengan diagnosa positif covid-19 berdasarkan hasil Swab PCR yang dilakukan tim Gugus Tugas Covid-19 Dinkes Sulsel.
Perawat senior berkelamin lakilaki berusia 52 tahun ini, meninggal dunia di RSU Labuang Baji Makassar, Kamis (4/6/2020) pukul 09.15 Wita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum jenazahnua dibawa tim Gugus Covid-19 ke pekuburan khusus jenazah covid-19 Pemprov Sulsel, puluhan tenaga medis dari Gowa yang datang ke Labuang Baji hanya mampu menitikkan air mata saat memberikan penghormatan terakhir melepas ambulance yang membawa jenazah Kapus Tonrorita tersebut.
” Kami sangat kehilangan perawat senior. Beliau adalah sosok yang sangat baik dan familiar. Mudah bergaul, humoris dan selalu membuat suasana menjadi nyaman dan santai. Beliau juga loyal pada pimpinan dan menjadi panutan untuk juniornya. Aktif di berbagai kegiatan sosial di lingkup Dinas Kesehatan dan menjadi andalan di komunitas relawan. Secara pribadi saya sangat kehilangan sosok yang menjadi panutan kami di Dinas Kesehatan Gowa,” kata Rusli Husain dari Puskesmas Pattallassang, Kabupaten Gowa yang diberi amanah memimpin penghormatan terakhir untuk almarhum sebelum dibawa ke Macanda untuk dimakamkan.
Jenazah almarhum pun diproses sesuai SOP WHO dan dimakamkan di pekuburan khusus covid-19 milik Pemprov Sulsel di Macanda, Jl Teratai, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Kepala Bidang Pengendalian, Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Gowa dr Gaffar mengatakan, Kepala Puskesmas Tonrorita ini telah dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan setelah yang bersangkutan menderita gejala klinis covid-19.
Terpisah, Kabid Yankes Dinkes Gowa dr Alamsyah yang turut dikonfrimasi menegaskan jika almarhum Kapus Tonrorita dinyatakan positif setelah melalui pemeriksaan Swab PCR.
” Hasil Swab PCR-nya positif. Almarhum diduga terjangkit bukan di area tempat tugasnya di Puskesmas Tonrorita. Hal itu dibuktikan setelah pemeriksaan kepada seluruh staf puskesmas setempat semuanya negatif. Mobilitas almarhum juga cukup tinggi, banyak kegiatan sosial yang diikutinya,” sebut dr Alamsyah.
Sekretaris Dinas Kesehatan Gowa Armin yang dikonfirmasi juga menambahkan, almarhum merupakan staf Dinkes yang sangat disiplin. Almarhum menjabat sebagai Kepala Puskesmas Tonrorita sejak tahun 2018.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Gowa dr Hasanuddin mengatakan almarhum merupakan tim medis senior. Sebelum di Tonrorita, almarhum telah menjadi Kepala Puskesmas Lauwa sejak masa kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo sebagai Bupati Gowa di era tahun 2000-an. Kemudian pindah menjadi Kapus Batumalonro dan terakhir sebagai Kapus Tonrorita, Kecamatan Biringbulu.
” Kami sudah mericek riwayat bepergiannya. Pasca pandemi, almarhum tidak pernah pergi keluar daerah. Namun informasi yang kami himpun dari kerabat almarhum dan dinas terkait di Takalar bahwa ada kerabat dekat almarhum yang terinfeksi dan status positif di Takalar. Almarhum memang selama ini menetap di luar Gowa yakni di Kabupaten Takalar. Kemungkinan karena itu. Tapi mungkin juga di luaran karena mobilitas almarhum cukup tinggi, banyak kegiatan sosialnya selain sebagai orang kesehatan di Gowa,” beber dr Hasanuddin.
Atas kejadian ini, kata dr Hasanuddin, pihaknya telah mendapatkan perintah dari Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan agar seluruh staf Puskesmas Tonrorita diperiksa swab kembali meski pemeriksaan awal menunjukkan hasil negatif.
” Iya bapak Bupati Gowa telah memerintahkan kami agar melakukan pemeriksaan kembali kepada para tenaga kesehatan di Puskesmas Tonrorita. Ini dilakukan sebagai langkah antisipatif,” tambah dr Hasanuddin.-

