MAKASSAR, UJUNGJARI–Sektor pendidikan Makassar masih sangat memprihatinkan. Untuk tenaga pengajar misalnya Makassar masih kekurangan 700 hingga seribu guru sekolah dasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terbatasnya guru sekolah dasar ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi anggota Dewan Pendidikan Kota Makassar, Mahmud BM. Ia mengatakan
tenaga pendidik alias guru PNS di Makassar jumlahnya sudah sangat terbatas. Bahkan semakin langka.

“Makassar kekurangan guru SD sekitar 700 hingga 1000 orang.
Kelompok pejuang tanpa tanda jasa ini dalam satu tahunnya saja diyakini akan berkurang sekitar 75 hingga 100 org per tahun dan itu terus akan terjadi karena mereka memasuki purna bakti alias pensiun,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Makassar itu.
Mahmud menambahkan mereka diangkat sebagai PNS guru sekitar 30-40 tahun lalu. Sementara pengangkatan guru PNS saat ini hampir tidak ada dalam setiap tahunnya.

“Saat ini ada SD kita di Makassar hanya kepala sekolahnya saja PNS. Atau dominan satu sekolah hanya punya 1-2 guru PNS. Selebihnya adalah guru honorer yang nota bene hanya diupah melalui Dana BOS sekitar 300 ribu hingga 500 ribu sebulan,” katanya.

Kondisi ini tentu menimbulkan proses pembelajaran yang timpang. Sebab dalam sebuah SD dengan enam rombel seharusnya memiliki sembilan orang guru termasuk guru Agama dan guru olahraga.

“Harusnya ada keberanian dari Pemkot untuk nempertimbangkan pengangkatan PPPK guru SD,” katanya. (*)