GOWA, UJUNGJARI.COM — Keluarga Miskin Ekstrem (KME) di Kabupaten Gowa sedikit demi sedikit mulai dapat diintervensi oleh Pemerintah Kabupaten Gowa melalui strategi orang tua asuh atau OTA.
Strategi ini ternyata bagus karena para keluarga miskin ekstrem, perlahan mulai bisa menata hidupnya dan memperbaiki mata pencahariannya. Semua itu berkat bimbingan dan pendampingan yang dilakukan para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa secara gotong royong dengan pola OTA tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Kabupaten, TP PKK, DWP hingga para pimpinan SKPD, 371 KME dapat terintervensi. Bahkan sekarang sudah dikategorikan naik level dari miskin ekstrem menjadi miskin.
Salah satu OTA dalam penanganan KME adalah TP PKK Kabupaten Gowa. Meski program penanganan ini telah usai bersamaan usainya 100 hari kerja Bupati dan Wabup Gowa, namun TP PKK tetap melanjutkan pendampingan KME sebagai OTA.
Seperti dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa Andi Tenri Indah Darmawangsyah bersama jajaran pengurus kabupaten, kembali menyerahkan bantuan pangan kepada KME asuhannya di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa pada Jum’at (20/6) lalu.
Ada empat wilayah yang menjadi lokasi penyerahan bantuan TP PKK Gowa yakni Kelurahan Samata, Roman Polong, Mawang, dan Bontoramba. Sejumlah bantuan yang disalurkan seperti bantuan pangan (kebutuhan pokok) seperti beras, telur, minyak goreng, mie instan dan biskuit disalurkan. Bantuan pangan ini bukan hanya menyasar para KME dampingan tapi juga warga miskin yang memiliki balita dengan status stunting atau gizi buruk.
Kepada media, Ketua TP PKK Gowa Andi Tenri Indah menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Pemerintah Kabupaten Gowa dalam menangani kemiskinan ekstrem dan percepatan penurunan stunting.
Aksi ini kata Indah (sapaan akrab istri Wakil Bupati Gowa ini) juga sejalan dengan program Gowa Sejahtera (Masunggu) yang digagas oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Darmawangsyah Muin.
“Ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah Kabupaten Gowa. Kami dari TP PKK turun langsung mengambil peran dalam mengintervensi KME di Gowa,” kata Indah.
Indah juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan anak dan merencanakan kehamilan. Legislator DPRD Sulsel ini menekankan pentingnya program Keluarga Berencana (KB) guna menciptakan keluarga yang lebih sehat dan sejahtera.
“Kita juga mengedukasi para orangtua agar lebih memperhatikan kesehatan anak dan menjaga jarak kelahiran atau melakukan KB jika dinilai membahayakan kesehatan ibu apalagi telah memiliki banyak anak yang lahirnya berdekatan,” kata Indah.
Kegiatan ini juga menyasar sejumlah rumah warga miskin ekstrem diantaranya adalah rumah keluarga Sia Dg Singara di Jl Karaeng Makkawari, Kelurahan Samata. Keluarga Marni di Kelurahan Romang Polong, keluarga Andini Harianti di Kelurahan Mawang serta keluarga Daeng Tarring di Kelurahan Bontoramba.
Kegiatan menyantuni keluarga miskin dan stunting ini kata Indah akan terus dilakukan secara bertahap di wilayah-wilayah lain yang juga tercatat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem tinggi. Hal itu dilakukan sebagai komitmen TP PKK dalam membantu Pemkab Gowa untuk membangun masyarakat agar lebih berdaya dan sejahtera. –

