GOWA, UJUNGJARI.COM — Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa periode 2025-2030 resmi dilantik oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang pada Senin (30/6) pagi di Baruga Karaeng Galesong Pemkab Gowa.

Pengurus Baznas Gowa yang dilantik ini merupakan hasil seleksi yang dilakukan Pemkab Gowa bersama Kementerian Agama Kabupaten Gowa pada beberapa bulan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil seleksi ini menetapkan komposisi pengurus Baznas Gowa sebanyak lima orang masing-masing satu ketua dan empat orang sebagai wakil ketua. Pengurus Baznas Gowa yang dilantik adalah Abbas Alauddin selaku ketua dan empat wakil ketua yakni Suharly, Munawir, Muis Fadhli dan Rudi Salam.

Abbas Alauddin yang kembali terpilih sebagai Ketua Baznas Gowa berjanji akan menjalankan amanah sebaik mungkin.

“Kami sangat optimis Baznas Gowa mampu menjalankan tugas dan perannya dengan baik apalagi karena Ibu Bupati Gowa punya komitmen yang kuat di dalam membangun Baznas Gowa lebih bagus ke depan. Kami ini hanya sebagai perantara dimana tugas kami hanya mengumpul kemudian menyalurkan kepada yang berhak dan semua itu diatur dalam Pasal 25 UU No 23 tahun 2011 bahwa pendistribusian zakat itu kepada mustahik berdasarkan syariat Islam. Setiap orang yang memenuhi syarat sebagai mustahik berhak menerima zakat baik zakat fitrah maupun zakat mal, ” kata Abbas.

LANTIK. Ketua dan empat wakil ketua Baznas Gowa dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang. (foto/sar)

Mantan Wakil Bupati Gowa era kepemimpinan Ichsan Yasin Limpo ini menjabarkan ada delapan golongan yang masuk kategori mustahik yakni fakir, miskin, amil, mualaf, rugab, gharim, fisabilillah dan ibnu sabil.

Sementara itu, Bupati Gowa Husniah Talenrang berharap dengan adanya pengurus Baznas Gowa yang baru ini dapat menjalankan tugas dan fungsi Baznas dengan baik.

Bupati Husniah berharap pengurus yang baru semakin energik serta berterimakasih kepada pengurus lama atas kontribusinya membantu program Pemerintah Kabupaten Gowa khususnya terkait penyaluran zakat.

“Kedepannya kita akan terus melibatkan Baznas khususnya dalam pengelolaan dan penyaluran zakat agar tepat sasaran serta sinkron dengan program daerah. Kita akan libatkan Baznas untuk bersama-sama turun ke lapangan menuntaskan kemiskinan di Kabupaten Gowa melalui penyaluran zakat dengan berbagai bentuk programnya. Kemarin saya melakukan one day one district dimana saya menginap di kampung kunjungan dan menjemput langsung aspirasi dari masyarakat seperti adanya anak-anak usia sekolah tapi putus sekolah mungkin bisa dibantu oleh Baznas melalui program pendidikannya,” kata Husniah.

Selain meminta Baznas lebih bersinergi lagi, Bupati Gowa juga mengajak para ASN di Gowa yang jumlahnya mencapai 8.000-an orang agar bisa menyisihkan penghasilannya (gaji) sebanyak 2,5 persen sebagai zakat infak

“Kami sudah buat regulasinya dengan mengeluarkan SK Bupati, Insya Allah mulai berlaku Juli ini, dimana penghasilan atau gaji ASN akan otomatis terpotong. Semua itu untuk memenuhi zakat kita sekaligus membantu masyarakat miskin atau mereka yang membutuhkan,” kata Husniah.

Sementara itu Ketua Baznas Sulsel Muh Khidri Alwi mengatakan kemiskinan memang tidak bisa hilang tapi bisa dikurangi. Itulah tugas Baznas melalui penyaluran dalam berbagai bentuk program. Dikatakannya, Baznas juga setiap tahun menyalurkan 10.000 beasiswa pendidikan untuk anak-anak miskin. Juga menyalurkan bantuan ekonomi ke masyarakat melalui usaha warung kecil atau dalam program Zmart. Juga ada bantuan rumah layak huni bagi masyarakat sangat layak menerimanya.

“Itu semua partisipasi umat Islam dan didukung penuh kepala daerah setempat. Alhamdulillah, Baznas akan terus bergerak. Dan saya ingatkan para pengurus Baznas itu tidak boleh mengambil apa-apa dari zakat yang terkumpul, tapi ada haknya melalui hibah pemerintah, ” kata Muh Khidri Alwi.

Dalam prosesi pelantikan yang difasilitasi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Gowa ini, dilakukan penyerahan bantuan modal usaha non tunai kepada lima warga miskin penerima manfaat. Kelima warga ini mendapatkan bantuan modal berupa belanja langsung senilai Rp 5 juta.

Hasniah, salah satu warga penerima bantuan program Saudagar Zmart ini mengaku sangat bersyukur karena mendapatkan bantuan modal untuk usaha gadde-gadde dengan jualan barang campuran.

“Tarimakasih ibu Bupati dapaka’ modal usaha jualanku kodong, cuma bukan langsung uang tapi diajaka belanja langsung senilai lima juta itu,” tutur Hasniah, warga Sungguminasa yang berusia kisaran 54 tahun ini kepada ujungjari.com usai menerima bantuan. –