MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — PSM Makassar menyiapkan strategi dan taktik khusus jelang menghadapi Borneo FC pada lanjutan Super League, Sabtu (3/1). Laga yang akan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama memiliki kepentingan besar di papan klasemen.

Pelatih PSM, Tomas Trucha, diperkirakan tetap mengandalkan organisasi permainan yang solid dengan pendekatan disiplin bertahan dan transisi cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menghadapi Borneo FC yang dikenal agresif di kandang serta kuat dalam penguasaan bola, PSM tidak ingin terpancing bermain terbuka sejak awal laga.

Secara taktik, PSM disebut akan menerapkan formasi fleksibel 4-2-3-1 yang dapat berubah menjadi 4-5-1 saat bertahan. Dua gelandang bertahan berperan penting untuk memutus aliran bola Borneo FC sekaligus melindungi lini belakang dari tekanan pemain sayap tuan rumah.

Dalam fase menyerang, PSM akan mengandalkan kecepatan sayap serta pergerakan dinamis penyerang tunggal. Skema serangan balik cepat menjadi salah satu senjata utama, memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lini belakang Borneo FC saat naik membantu serangan.

Umpan-umpan vertikal dan eksploitasi sisi lapangan menjadi fokus latihan tim jelang pertandingan.

PSM juga memberi perhatian khusus pada situasi bola mati. Borneo FC dikenal cukup efektif melalui sepak pojok dan tendangan bebas, sehingga konsentrasi dan duel udara menjadi catatan penting bagi barisan pertahanan Juku Eja.

Pengamat sepak bola nasional, Arif Rahman, menilai pendekatan realistis menjadi pilihan tepat bagi PSM.

“Bermain di kandang Borneo tidak mudah. PSM harus sabar, rapat saat bertahan, dan memaksimalkan momen transisi. Jika disiplin terjaga, peluang mencuri poin sangat terbuka,” ujarnya.

Dengan persiapan taktik yang matang dan fokus penuh sepanjang laga, PSM Makassar berharap mampu meredam dominasi tuan rumah sekaligus membawa pulang hasil positif dari Samarinda. (**)