GOWA, UJUNGJARI.COM — Bupati Gowa Husniah Talenrang berharap detik-detik jelang lebaran Idul Fitri 1447 hijriah harga dan stok komoditas pangan tetap stabil.
Hal itu disampaikan Husniah saat memantau aktivitas di Pasar Induk Minasa Maupa dan Pasar Sentral Sungguminasa di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa pada Selasa (17/3) pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berkunjungnya Bupati Gowa bersama Kadis Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa Muh Fajaruddin dan sejumlah pimpinan SKPD yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Gowa ini guna memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok pada H-3 Idul Fitri.
Setelah mengecek langsung sambil berbincang dengan sejumlah pedagang di lods basah maupun kering dalam Pasar Induk Minasa Maupa, Husniah menilai bahwa mayoritas komoditas pangan berada dalam kondisi stabil. Kenaikan hanya terjadi pada cabai dan ayam namun masih terkendali.
Husniah pun berharap kondisi ini berdampak langsung pada terjaganya daya beli masyarakat dan kelancaran aktivitas transaksi di pasar.
“Secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif normal. Kenaikan hanya terjadi pada cabai dan ayam, dan itu masih dalam batas yang wajar,” nilai Husniah.

Diakuinya tidak terjadi gejolak harga yang signifikan. Aktivitas belanja masyarakat tetap berlangsung biasa. Bupati Husniah pun berharap aktivitas masyarakat di pasar khususnya konsumen dapat terpenuhi kebutuhannya tanpa gangguan.
“Kami melihat masyarakat masih tetap berbelanja artinya kebutuhan pokok tetap terpenuhi meskipun ada penyesuaian harga. Pemerintah tetap memperkuat pengawasan untuk memastikan tidak terjadi distorsi harga di tingkat pedagang. Saya minta Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama pengelola pasar melakukan pemantauan rutin guna menjaga kepatuhan terhadap harga acuan serta mencegah praktik kecurangan yang merugikan konsumen. Terus lakukan pengawasan. Jika ada kenaikan yang tidak wajar atau praktek yang merugikan masyarakat, segera tindak,” tandas Bupati Gowa.
Dengan cara ini, kata Husniah, akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi pasar serta menjaga ekspektasi harga tetap terkendali hingga hari raya.
“Stabilitas ini juga menjadi faktor penting dalam mengendalikan tekanan inflasi daerah pada periode musiman. Pemantauan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, stabilitas harga dan perlindungan daya beli masyarakat di Kabupaten Gowa, ” kata Husniah.
Sementara itu Kepala Pasar Induk Minasa Maupa Sungguminasa Zainuddin Langke mengatakan menjelang lebaran ini harga kebutuhan pokok tetap stabil. Yang mengalami sedikit kenaikan itu hanya pada cabe rawit tapi bahan-bahan pokok lain yang selama ini biasanya harganya melambung tinggi justru normal.
“Alhamdulillah, bahan pokok yang biasanya melonjak jelang lebaran justru harganya tetap. Seperti bawang meras dan bawnag putih pada lebaran tahun lalu itu hargnya sampai Rp60 ribu, lebaran tahun ini harganya hanya Rp30 ribu sampai Rp40 ribu. Yang naik harga meski sedikit adalah cabe rawit antara Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilogram. Kalau ayam juga normal antara Rp40 ribu hingga Rp65 ribu (berat 0,8-2 Kg) sednag harga kebutuhan lainnya tetap. Semoga stabil sampai lebaran nanti, ” kata Zainuddin Langke.
Untuk daging sapi, tambahnya, masih diharga Rp115.000 per Kg. Harganya tetap normal. Kalaupun naik, maka hanya naik Tp5.000 sehingga dibeli konsumen seharga Rp120.000 per Kg.
Khusus di Pasar Induk Minasa Maupa kata Zainuddin Langke, hampir tidak ada peluang untuk menaikkan harga sebab kebanyakan penjualnya adalah distributor juga khususnya sayuran dan bumbu dapur. Karenanya peluang menaikkan harga sangat minim.
Dikatakan Zainuddin Langke, sebagian besar komoditas lain masih stabil sehingga tidak memicu penurunan transaksi secara keseluruhan. Meski demikian, daya beli masyarakat tetap tinggi sebab akan lebaran Idul Fitri. –

