MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Di sela kesibukannya sebagai kepala daerah, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam tetap menyempatkan diri melanjutkan pendidikan di bangku kuliah jenjang magister di Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Pria yang akrab disapa Ibas ini pun telah menyelesaikan studinya di kampus ini. Itu setelah Ibas berhasil mempertahankan tesisnya yang berjudul: Kajian Pola Hujan Akibat Pengaruh Variabel Iklim pada DAS Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Ia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 dalam waktu studi satu tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ujian tutup Ibas berlangsung di kampus UMI Makassar, Sabtu (11/4/2026). Ujian tesis dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Ratna Musa, MT., dan Dr. Ir. Masud, SAR., M.Sc., bersama tim penguji yang terdiri dari sejumlah akademisi. Salah satu di antaranya Prof. Ir. H. Lambang Basri Said, MT. P. hD., IPM., Prof Dr Ir. H. Hanafi Ashad, MT., IPM., ASEAN Eng., dan Dr. Ir. Andi Amin Latief, MT..
Dalam pelaksanaan ujian, Irwan turut didampingi sang istri, dr. Ani Nurbani Irwan, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Dalam penelitiannya, Ibas mengkaji keterkaitan antara variabel iklim seperti temperatur, kelembaban, dan kecepatan angin terhadap pola hujan serta dampaknya terhadap berbagai sektor.
Salah satu pembimbing, Dr. Ir. Mas’ud, menyampaikan apresiasi terhadap topik yang diangkat. Menurutnya, kajian tersebut memiliki relevansi tinggi dan dapat diaplikasikan di Kabupaten Luwu Timur yang memiliki banyak daerah aliran sungai (DAS).
“Penelitian ini sangat penting karena mengkaji bagaimana variabel iklim mempengaruhi pola hujan yang berdampak langsung pada sektor pertanian, irigasi, kesehatan, dan lingkungan hidup. Ini juga sangat potensial diterapkan di Luwu Timur,” ujarnya.
Dr. Mas’ud berharap, hasil penelitian tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut jika diterapkan langsung di wilayah Luwu Timur agar memberikan dampak yang lebih luas.
Sementara itu, Irwan Bachri Syam menyampaikan harapannya agar penelitian yang dilakukan di wilayah Tabo-Tabo, Kabupaten Pangkep, dapat menjadi model yang nantinya diterapkan di Luwu Timur.
“Insya Allah, hasil penelitian ini akan kami terapkan di Luwu Timur, mengingat daerah kita memiliki banyak DAS yang potensial untuk dikembangkan dengan pendekatan serupa,” ungkapnya.
Irwan juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di Luwu Timur, untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menyediakan berbagai program beasiswa bagi masyarakat, mulai dari jenjang S1, S2 hingga S3.
“Kurang lebih 10 ribu masyarakat Luwu Timur telah mendapatkan bantuan beasiswa dari pemerintah daerah. Ini adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tutup Bupati Irwan.

