MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Makassar saat ini melakukan pembenahan dan penataan, sekaligus proses sterilisasi di seluruh area rumah sakit.

Langkah itu diambil untuk memastikan rumah sakit tersebut tetap aman dan nyaman sebagai tempat layanan kesehatan. Apalagi, di tengah pandemi covid-19 yang saat ini sementara terjadi, dimana warga merasa was-was untuk berobat ke rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bagian Perencanaan Program, Evaluasi, Hukum, Humas, dan Pemasaran, Badaruddin, dalam masa sterilisasi dan pembenahan dilakukan, tenaga medis termasuk staf manajemen diminta untuk sementara waktu bekerja dari rumah.

Menurut mantan Kabag Humas Pemprov Sulsel itu, momen untuk melakukan sterilisasi cukup tepat dilakukan saat ini, karena jumlah pasien, khususnya yang rawat inap, tidak sebanyak hari-hari biasa sebelum pandemi covid-19 berlangsung.

Dia menjelaskan, sebelum pandemi covid-19 terjadi, jumlah pasien rawat inap di RSUD Haji berkisar seratus orang lebih setiap hari.

“Namun, saat pandemi ini, pasien berkurang. Sekitar belasan orang yang dirawat. Malah, hari ini, hanya dua orang pasien rawat inapnya. Itupun ibu melahirkan,” ungkap Badaruddin, Rabu (3/6/2020).

Karena kondisi seperti ini, kata lelaki yang akrab disapa Badar itu, maka manajemen RSUD Haji berinisiatif untuk melakukan sterilisasi secara menyeluruh, sehingga karyawan dan pegawai lebih banyak diminta untuk tinggal di rumah saja dulu.

Namun, dia buru-buru melanjutkan, jika kondisi ini tidak berlangsung seterusnya. Karena pada 8 Juni mendatang, dijadwalkan seluruh pegawai bisa bekerja secara normal seperti biasanya.

“Ini kami lakukan demi kenyamanan warga yang datang berobat ke rumah sakit haji. Khususnya, untuk menghilangkan rasa was-was saat berobat ke RSUD Haji. Karena memang sebenarnya bukan rumah sakit rujukan untuk penderita covid-19,” jelasnya.

Kalaupun ada yang datang berobat dengan gejala covid-19, lanjut dia, ada protokoler kesehatan yang dijalankan. Seluruh calon pasien harus melewati screening dulu sebelum diputuskan bisa dilayani di rumah sakit tersebut.

Jika ditemukan ada gejala mengarah ke covid, dirujuk ke rumah sakit rujukan. Sementara untuk pasien non covid, bisa ditangani lebih lanjut.

Selama ini, tambah Badar, manajemen RSUD Haji senantiasa mengacu pada motto “Kesembuhan anda adalah kebahagiaan kami, kebahagiaan anda adalah kebanggaan kami”, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (*)